Minggu, 23 Oktober 2011

Niat Shalat Qadha

Seperti yang telah ditulis pada artikel sebelumnya berjudul Cara Mengqadha Shalat, shalat qadha adalah shalat yang dikerjakan di luar waktunya dikarenakan sengaja atau tidak sengaja meninggalkan shalat tersebut tepat pada waktunya.

Dilihat dari hukum melaksanakannya, secara garis besar, shalat qadha terbagi 2 bagian.
1. Shalat qadha wajib.
2. Shalat qadha sunat.

Shalat qadha yang hukumnya wajib adalah meninggalkan shalat fardu yang 5 waktu. Sedangkan shalat qadha yang sunat pelaksanaanya adalah ketika kita meninggalkan shalat sunat seperti tarawih, witir dan lainnya. Cara pelaksanaan shalat qadha tidak ada bedanya dengan shalat biasa. Yang menjadi perbedaan adalah waktu pelaksanaan dan niat shalatnya.

Sebagai contoh, jika kita akan melaksanakan qadha shalat subuh, kalimat niatnya sebagai berikut :


اصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى



"USHALLI FARDLAS SUBHI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI QADLAA-AN LILLAHI TA'AALA"

Jadi, kita hanya merubah kata

اداء

(ADAA-AN) menjadi kata

قضاء

(QADLAA-AN). Begitu juga di dalam shalat sunat. Contoh jika kita akan niat qadha shalat sunat tarawih, niatnya adalah :


اصلى ركعتين من التراويح مستقبل القبلة قضاء لله تعالى



"USHALLI RAK'ATAINI MINAT TARAAWIIHI MUSTAQBILAL QIBLATI QADLAA-AN LILLAHI TA'AALA"

Untuk niat shalat lainnya serta pelajaran ilmu fiqih lainnya yang lebih lengkap, silahkan baca di blog Saya berjudul Bacaan Niat Shalat.

22 komentar:

  1. Tad Ane mau belajar dong cara sholat Qadha, tapi dimana tempatnya ?

    BalasHapus
  2. Datangi guru-guru ngaji/privat atau bisa tanya jawab lewat email dengan Saya : tholabi@gmail.com

    BalasHapus
  3. Kak mau tnya. Kalo kita sbenrnya udah shlat ,tp ada alasan tertntu yang bikin g yakin(misl ini clnanya masih suci ap g, sedangkan kita dalam prjlanan). Trus g ada jaln lain kecuali mengakhirkn shalat itu.nah apa dlm keadaan sprti itu wajb untuk mengqdla shalat nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ykinkan dri bhwa pkaian yg d pkai tu suci, kcuali kalau bnar2 tw kalau trkna najis. Lpa/Tidak sengaja/Terpaksa tu tdk apa2.

      Hapus
  4. kalo kunut?
    Wajib atau sunna gan?

    BalasHapus
  5. izin nyimak dan klo boleh izin buat di posting di blogs saya gan,,

    BalasHapus
  6. Galau saya tentang qadha shalat. Kalau memang qadha shalat itu ada lalu kenapa wanita hanya diwajibkan menqadha puasa Ramadhannya yang tinggal? Kenapa selesai haidh wanita tidak disuruh menqadha shalatnya juga?

    Kalau memang ada qadha shalat lalu untuk apa Jamak dan Qashar saat musafir?

    Kalau memang ada qadha shalat kenapa juga orang sakit juga tak boleh meninggalkan shalat? Bukankah bisa shalatnya nanti pas udah sembuh? Dalam keadaan apa pun bukankah kita wajib shalat kecuali sudah meninggal? Nggak bisa berdiri boleh duduk, gk bisa duduk boleh berbaring.

    Kenapa? Kenapa? Kenapa?

    Saya memperhatikan dgn adanya qadha shalat membuat shalat fardhu itu dianggap enteng.
    Saat selesai shalat fardhu sebenarnya kan shalat rawatib. Ditempat yg saya kunjungi ini mereka melaksanakan shalat qadha. Ada yg qadha shubuh, qadha zhuhur, qadha ashar.

    Tapi entahlah. Hom. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luh?? Temenku sering bilang kalo wanita itu juga mengqhodo sholat kalo lagi haid..........
      Malah dia sering ingetin aku buat jangan lupa sholatnya di qhodo' kalo udah selesai(haid) ...

      Hapus
  7. kunjungi blog kami. InsyaAllah ilmunya lebih lengkap dan dibahasa berdasarkan alquran dan hadits
    http://dakwahquransunnah.blogspot.com

    BalasHapus
  8. Blog yg na kok gk bisa di klik kk..

    Yg dakwahquransunnah itu

    BalasHapus
  9. Dilakukan sholat qadha nya setelah dzuhur / sebelum dzhur ?

    BalasHapus
  10. tidak ada dalil alqur'an dan hadist yang mengatakan shalatnya wanita yang haid harus di ganti, kecuali puasa.

    BalasHapus
  11. “Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?” Maka Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyah? “ Aku menjawab, “Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.” Dia menjawab, “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat”. HR. Muslim no. 335


    dari Mu’adzah yang mana ia berkata bahwa ada seorang wanita yang bertanya kepada ‘Aisyah, “Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya” atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya”. HR. Bukhari no. 321

    BalasHapus
  12. Salat jamak adalah salat yang digabungkan, maksudnya menggabungkan dua salat fardu yang dilaksanakan pada satu waktu. Misalnya menggabungkan salat Duhur dan Asar dikerjakan pada waktu Duhur atau pada waktu Asar. Atau menggabungkan salat magrib dan ‘Isya dikerjakan pada waktu magrib atau pada waktu ‘Isya. Sedangkan salat Subuh tetap pada waktunya tidak boleh digabungkan dengan salat lain

    Salat jamak boleh dilaksanakan karna beberapa alasan (halangan) berikut:

    Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam madhab)
    Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
    Dalam keadaan sangat ketakukan atau khawatir misalnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan dan bencana alam.


    sedangkan MENGQODHO' SHALAT WAJIB HUKUMNYA WAJIB, BERDOSA BILA TDK DI QODHO' WALAUPUN TDK SENGAJA MENINGGALKANNYA / SAKIT / SIBUK, kecuali uzur shalat yaitu hanyalah dua (tidur & lupa), akan tetapi tetap di wajibkan qodho' bila bangun / ingat.

    Qodho' shalat fardhu tdk di wajibkan kpd orang2 yg di bawah ini:
    1.ORANG KAFIR; hal ini di tetapkan sebagai keringanan utk mereka, kecuali orang murtad bila kembali ke Islam maka di wajibkan qodho shalat pada masa kemurtad-annya.
    2.ANAK YG BELUM BALIGH; tidak di wajibkan qodho shalat pada masa sebelum baligh, sebagian ulama ada yg berpendapat di sunnahkan qodho shalat pada masa sebelum baligh.
    3.WANITA HAID DAN NIFAS; bahkan sebagian ulama ada yg mengharamkan qodho shalat pada masa haid dan nifas, adapula yg mengatakan makruh dan tidak sah qodho' nya.
    4.ORANG GILA; kecuali orang yg gilanya di sengaja.
    5.ORANG PINGSAN; (dalam waktu lama seperti yg akan di jelaskan di bawah)
    6.ORANG MABUK YG TDK DI SENGAJA;

    BILA SI KAFIR MASUK ISLAM / ANAK YG BARU BALIGH / WANITA YG SUCI DARI HAID DAN NIFAS / ORANG GILA & PINGSAN YG TELAH SEMBUH DAN HAL ITU TERJADI DI AKHIR DARI WAKTU SHALAT WALAUPUN SEKADAR WAKTU TAKBIROTUL IHROM MAKA DI WAJIBKAN QODHO SHALAT TERSEBUT DAN SHALAT FARDHU SEBELUMNYA yg di perbolehkan utk di JAMA' (gabung) ,(contoh: si kafir masuk islam pada waktu 1menit sebelum maghrib maka si kafir tsbt wajib mengqodho' shalat asar dan dzuhur tersebut). Namun bila waktu kesembuhannya tdk mencukupi utk bersuci dan shalat maka dia tidak di wajibkan qodho' shalat tsbt.

    BalasHapus
  13. Kalo pelaksanaan nya sholatnya?

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah...
    Segala kebaikan hanya milik Allah semata.
    Saya sangat bersyukur sekali dgn adanya Blog-Blog yg memuat/menyajikan si'ar-si'ar islam.
    Ini sangat membantu saudara-saudara kita termasuk saya pribadi.
    Salam sukses...
    Teruslah berda'wah semoga Allah taala memberikan ganjaran yg setimpal...
    Amin.

    BalasHapus
  15. bila kita meng-qadha sholat yang sudah terlewat. misalkan saja kita sholat ashar kadang inget kadang gak, dan kebanyakan gak inget . dan gak ashar samapai 100x waktu ashar bagaimana ???? itu bisa di qadha dalam 1x shalat ashar atau tidak ???
    jika bisa bagaimana .???

    #ku tunggu send back

    BalasHapus
  16. Alhamdulilah ... Trimakasih sangat bermanfaat bagiku dan kami para muslimin dan muslimat yg haus akan ilmu2agama..
    Dan yg masih perlu bimbingan ....

    BalasHapus